10 Cara Makan Sayur yang Salah, Mungkin Berakibat Fatal

Sayur segar semuanya mengandung kadar air dalam jumlah besar, sedangkan kandungan pati, protein dan lemak sangat minim, sehingga tidak dapat dijadikan sebagai suplai makanan yang utama. Namun mereka adalah sumber penting dari mineral, serat dan vitamin. Dalam beberapa tahun terakhir, makan sayuran sudah menjadi semacam ideologi modern dalam hal makan pola sehat. tapi apakah anda tahu, anda kemungkinan sudah salah menerapkan cara makannya. Di bawah ini disingkap

1. Sering makan tomat sebelum makan nasi

Tomat seharusnya dimakan setelah makan nasi. Dengan demikian dapat membuat asam lambung dan makanan bercampur, sehingga secara signifikan menurunkan tingkat keasaman di lambung, menghindari distensi (kembung) lambung yang disebabkan oleh tekanan yang memuncak di dalam lambung, sehingga membuat bayi sakit perut, tidak enak di bagian lambung serta gejala lainnya.

2. Wortel dan lobak dicampur untuk dibuat saus

Jangan membuat saus dengan campuran wortel dan lobak. Karena dalam wortel mengandung enzim yang dapat merusak secara total vitamin C yang ada di dalam lobak.

3. Jamur Hioko dicuci terlalu bersih atau direndam lama dengan air

Jamur Hioko mengandung alkohol lisergat, setelah terkena sinar matahari akan berubah menjadi vitamin D. Jika sebelum dibuat sayur dicucinya berlebihan atau direndam lama dengan air, maka jamur akan kehilangan banyak nutrisinya. Saat memasak jamur Hioko juga jangan menggunakan wajan besi atau tembaga, untuk menghindari hilangnya nutrisi.

4. Mengkomsumsi karoten yang berlebihan

Meskipun karoten sangat bergizi terhadap bayi, tapi juga harus memperhatikan takarannya secara tepat. Bayi yang terlalu banyak mengkonsumsi jus sayuran yang terbuat dari wortel atau tomat, cenderung menyebabkan asidosis, sehingga membuat kulit di bagian wajah dan tangan menjadi kuning, timbul gejala kurang nafsu makan, kondisi mental tidak stabil, gelisah, tidur tidak nyenyak, bahkan sering kaget ditengah malam, menangis, mengigau dll. Konsep tradisional beranggapan: penambahan konsumsi karoten bukan hanya bisa mengurangi penyakit pembuluh darah jantung dan mencegah katarak, tapi juga berefek mencegah kanker. Namun dalam beberapa tahun terakhir ini melalui banyak hasil tes menunjukkan: kelompok orang yang mengkomsumsi karoten dibandingkan kelompok orang yang normal, persentase terkena kanker paru-paru bagi kelompok pertama bukan saja menurun, malah meningkat lebih tinggi 28%.

Analisis ahli gizi: Penambahan konsumsi karoten dengan dosis fisiologis (5 mg/hari) memang dapat berfungsi mencegah kanker, namun mengkonsumsi karoten dengan dosis berlebihan dapat menghambat vitamin A berinteraksi dengan jaringan tubuh yang relevan, sehingga menghambat konversi gen pencegah tumor, akibatnya bukan mencegah kanker malah sebaliknya. Oleh sebab itu, tubuh manusia cukup diberi tambahan karoten dengan dosis fisiologis, mutlak tidak boleh dengan sesukanya meningkatkan dosis. Untuk sehari-hari hanya membutuhkan makanan alami yang kaya dengan karoten, misalnya lever / hati hewan, susu, wortel, sayur kucai, teh dll.

5. Pare yang belum diseduh dengan air mendidih

Asam aksalat yang ada dalam pare dapat menghambat penyerapan kalsiun oleh tubuh dari makanan. Oleh karena itu, sebelum makan pare harus diseduh dulu dalam air mendidih, untuk menyingkirkan asam aksalat. Terutama bayi yang memerlukan kalsium dalam jumlah besar tidak boleh terlalu banyak makan pare.

6. Memberi bayi/batita terlalu banyak makan bayam

Bayam mengandung sejumlah besar asam aksalat, tidak baik terlalu banyak diberikan pada bayi/batita. Asam aksalat dalam tubuh manusia dapat bereaksi dengan kalsium dan seng membentuk aksalat kalsium dan aksalat seng. Zat-zat tersebut tidak mudah diserap untuk dikeluarkan dari tubuh, sehingga mempengaruhi saluran usus dalam penyerapan kalsium dan seng, mudah mengakibatkan bayi kekurangan zat kalsium dan seng, sehingga menyebabkan pertumbuhan tulang dan gigi kurang sempurna, juga bisa mempengaruhi pertumbuhan kecerdasan.

7. Tauge yang belum matang

Tauge rasanya segar dan manis, kaya gizi, namun saat ingin menyantapnya harus dimasak hingga matang. Jika tidak, setelah makan akan timbul rasa mual, muntah, diare, pusing dan reaksi lainnya yang tidak enak.

8. Kucai matang disimpan terlalu lama

Sayur kucai melewati semalam akan berubah menjadi racun. Makan sayur kucai sebaiknya langsung masak langsung dimakan. Jika disimpan terlalu lama, sejumlah besar zat nitrat dalam sayur akan berubah menjadi nitrit, menyebabkan reaksi beracun. Selain itu, bayi yang pencernaannya kurang baik juga tidak boleh makan kucai.

9. Sayuran hijau yang dimasak terlalu lama

Sayuran yang berdaun hijau jangan dimasak terlalu lama. Jika tidak, nitrat di dalam sayuran hijau akan berubah menjadi nitrit, mudah menyebabkan keracunan makanan pada bayi. Kebanyakan sayuran yang dibekukan sudah dibilas, tidak perlu dimasak terlalu lama, jika tidak akan hancur, akan kehilangan banyak nutrisi.

10. Salad Dingin Mentah Non Organik

Pada musim panas, makanan salad dingin adalah menu pilihan utama para ibu. Namun di musim panas hama lebih aktif, para petani sayuran secara relatif lebih banyak menggunakan pestisida, jika hidangan salad tidak melalui rebusan dengan suhu tinggi, sedangkan penggunaan pestisida melebihi standar, maka agak berbahaya bagi tubuh manusia. Oleh karena itu, hidangan salad dingin atau hidangan sayuran mentah, sebaiknya pilih sayuran berdaun hijau yang tanpa bahaya umum atau sayuran organik.
   Bawang putih giling campur ketimun, salad tauge hijau, jamur kuping masak rebung harum, serutan lobak asam pedas ….. pada musim yang panas, orang akan berubah menjadi malas dan kurang nafsu makan, piring demi piring hidangan dingin yang menyegarkan dengan warna makanan yang menggiurkan, akan membuat selera makan meningkat. (Erabaru/hui)

Hidangan salad dingin adalah makanan beresiko tinggi penyebab keracunan, terutama berkaitan dengan sayuran yang penggunaan pestisidanya berlebihan. Cara menyantap makanan dengan sayur dingin, sayur mentah juga beresiko tinggi, karena sayuran dalam proses pertumbuhan sangat mudah terkontaminasi oleh bakteri dalam tanah, virus dan telur parasit. Mengingat di musim panas hama lebih aktif, persentase pestisida yang tertinggal di sayuran juga agak besar. (Erabaru/hui)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s